AKTIVITAS DAN STRATEGI RANTAI PASOKAN
Aktivitas Rantai Pasokan
Terdapat empat aktivitas utama dalam rantai pasokan
yaitu perencanaan (plan), sumber (source), membuat (make/assemble), dan
pengiriman (deliver) (Gunasekaran et al, 2004:344)
Klapper et al (1999:3-4) menyebut keempat aktivitas
ini sebagai fungsi, yang memiliki definisi sebagai berikut:
· Perencanaan
(plan): Proses yang memyeimbangkan permintaan dan penawaran agregat untuk
membangun jalan terbaik dari tindakan yang memenuhi aturan bisnis yang
ditetapkan.
· Sumber
(source): Proses yang melakukan pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi
kebutuhan yang direncanakan atau aktual.
· Membuat
(make): Proses yang mengubah barang ke tahap penyelesaian untuk memenuhi
kebutuhan yang direncanakan atau aktual.
· Pengiriman
(deliver): Proses yang menyediakan barang jadi dan jasa, termasuk manajemen
pemesanan, manajemen transportasi, dan manajemen gudang, untuk memenuhi
kebutuhan yang direncanakan atau aktual.
Menurut Heizer and Render (2005:4) manajemen rantai
pasokan mencakup aktivitas untuk menentukan:
1) Transportasi ke vendor.
2) Pemindahan uang secara kredit dan tunai.
3) Para pemasok.
4) Bank dan distributor.
5) Utang dan piutang usaha.
6) Pergudangan dan tingkat persediaan.
7) Pemenuhan pesanan.
8) Berbagi informasi pelanggan, prediksi, dan
produksi.
Strategi Rantai Pasokan
Menurut Heizer and Render (2005:9-13) perusahaan
harus memutuskan suatu strategi rantai pasokan dalam memperoleh barang dan jasa
dari luar. Beberapa strategi tersebut antara lain:
• Banyak Pemasok
Dengan strategi banyak pemasok, pemasok menanggapi
permintaan dan spesifikasi permintaan penawaran, dengan pesananyang umumnya
akan jatuh ke pihak yang memberikan penawaran rendah.
• Sedikit Pemasok
Strategi yang memiliki sedikit pemasok
mengimplikasikan bahwa daripada mencari atribut jangka pendek, seperti biaya
rendah, pembeli lebih ingin menjalin hubungan jangka panjang dengan pemasok
yang setia. Penggunaan pemasok yang hanya sedikit dapat menciptakan nilai
dengan memungkinkan pemasok memiliki skala ekonomi dan kurva belajar yang
menghasilkan biaya transaksi dan biaya produksi yang lebih rendah.
• Integrasi Vertikal
Integrasi vertikal mengembangkan kemampuan untk
memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli atau membeli perusahaan
pemasok atau distributor. Integrasi vertikal dapat mengambil bentuk integrasi
maju atau mundur. Integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk membeli
pemasoknya. Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat produk
jadi.
• Jaringan Keiretsu
Keiretsu merupakan sebuah istilah bahasa Jepang
untuk menggambarkan para ng menjadi bagian dari sebuah perusahaan.Anggota
keiratsu dipastikan memiliki hubungan jangka panjang dan karenanya diharapkan
dapat berperan sebagai mitra yang memberikan keahlian teknis da kestabilan mutu
produksi.
• Perusahaan Virtual
Perusahaan yang mengandalkan beragam hubungan
pemasok untuk menyediakan jasa atas permintaan yang diinginkan. Juga dikenal
sebagai korporasi berongga atau perusahaan jaringan.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar