Keputusan
dengan Kepastian, Risiko, dan Ketidakpastian (Certainty, Under Risk, and
Uncertainty Decision)
Seorang manajer harus dapat mengalokasikan permasalahan dalam situasi yang
diperkirakan, sampai situasi yang sulit diprediksi. Di dalam teori pengambilan
keputusan dikenal dengan situasi pasti, tidak pasti, dan berisiko.
Situasi pasti (certainty) adalah keadaan kita mengetahui secara
pasti apa yang terjadi di masa yang akan datang. Kondisi ini terdapat sejumlah
informasi yang akurat, dapat diukur, reliabel, dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan, di mana pengambil keputusan dapat mengetahui apa yang
akan terjadi.
Di dalam ilmu manajemen, secara ideal perhatian utama manajemen puncak
seharusnya dipusatkan pada keputusan yang tidak deprogram, sedangkan manajemen
lini pertama seharusnya memperhatikan keputusan yang terprogram. Manajer
menengah dalam kebanyakan organisasi memusatkan perhatiannya sebagaian besar
pada keputusan yang deprogram, walaupun dalam beberapa hal mereka ikut serta
dalam pengambilan keputusan yang tidak terprogram. Dengan perkataan lain, sifat
frekuensi dan tingkat kepastian yang mengelilingi suatu persoalan harus
menentukan jenjang manajemen manakah yang seharusnya mengambil keputusan.
Sikap terhadap Risiko
dan Kriteria Keputusan
Risiko dan keputusan adalah dua hal yang sulit dipisahkan, karena
keputusan menimbulkan konsekuensi, apakah dalam bentuk manfaat keuntungan atau
bentuk risiko kerugian.
Sikap terhadap risiko pengambil keputusan pada hakekatnya dipengaruhi oleh
sikap pengambil keputusan terhadap risiko yang timbul akibat keputusan
tersebut. Sikap seseorang terhadap risiko dapat dibedakan ke dalam sikap
sebagai penghindar risiko, sikap netral, dan sikap sebagai penantang atau
penggemar risiko.
Kriteria keputusan; secara kuantitatif, sikap seseorang terhadap risiko juga
dapat dikaji melalui kriteria keputusan atau pilihannya pada berbagai
alternatif situasi yang dihadapinya, apakah pengambil keputusan tersebut
optimistic, pesimistik, dan netral (rata-rata).
Optimistik; jika pilihannya dalam mengambil
keputusan selalu yang paling maksimal dan mempunyai keyakinanyang kuat untuk
mencapai hasil.
Pesimistik; individu mempunyai berbagai
pilihan terhadap kemungkinan hasil yang diperoleh dan pilihannya paling
minimum, yaitu memilih biaya paling minimum diantara alternatif lain. Bila
dengan pilihan ini masih diharapkan keuntungan yang tinggi walaupun biaya naik,
disebut kriteria Minimax.
Netral; jika individu selalu mempertimbangkan
alternatif dengan biaya yang paling minimal, tetapi selalu mengharapkan asil
yang wajar.
Sumber : Operations Management (Dr.
Manahan P. Tampubolon)
Manajemen Opersional (Dra. Tita Deitiana.,MM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar