Rabu, 06 November 2013

Keputusan dengan Kepastian, Risiko, dan Ketidakpastian (Certainty, Under Risk, and Uncertainty Decision)

            Seorang manajer harus dapat mengalokasikan permasalahan dalam situasi yang diperkirakan, sampai situasi yang sulit diprediksi. Di dalam teori pengambilan keputusan dikenal dengan situasi pasti, tidak pasti, dan berisiko.           
            Situasi pasti (certainty) adalah keadaan kita mengetahui secara pasti apa yang terjadi di masa yang akan datang. Kondisi ini terdapat sejumlah informasi yang akurat, dapat diukur, reliabel, dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, di mana pengambil keputusan dapat mengetahui apa yang akan terjadi.
            Di dalam ilmu manajemen, secara ideal perhatian utama manajemen puncak seharusnya dipusatkan pada keputusan yang tidak deprogram, sedangkan manajemen lini pertama seharusnya memperhatikan keputusan yang terprogram. Manajer menengah dalam kebanyakan organisasi memusatkan perhatiannya sebagaian besar pada keputusan yang deprogram, walaupun dalam beberapa hal mereka ikut serta dalam pengambilan keputusan yang tidak terprogram. Dengan perkataan lain, sifat frekuensi dan tingkat kepastian yang mengelilingi suatu persoalan harus menentukan jenjang manajemen manakah yang seharusnya mengambil keputusan.
 Sikap terhadap Risiko dan Kriteria Keputusan
            Risiko dan keputusan adalah dua hal yang sulit dipisahkan, karena keputusan menimbulkan konsekuensi, apakah dalam bentuk manfaat keuntungan atau bentuk risiko kerugian.
            Sikap terhadap risiko pengambil keputusan pada hakekatnya dipengaruhi oleh sikap pengambil keputusan terhadap risiko yang timbul akibat keputusan tersebut. Sikap seseorang terhadap risiko dapat dibedakan ke dalam sikap sebagai penghindar risiko, sikap netral, dan sikap sebagai penantang atau penggemar risiko.
            Kriteria keputusan; secara kuantitatif, sikap seseorang terhadap risiko juga dapat dikaji melalui kriteria keputusan atau pilihannya pada berbagai alternatif situasi yang dihadapinya, apakah pengambil keputusan tersebut optimistic, pesimistik, dan netral (rata-rata).
            Optimistik; jika pilihannya dalam mengambil keputusan selalu yang paling maksimal dan mempunyai keyakinanyang kuat untuk mencapai hasil.
            Pesimistik; individu mempunyai berbagai pilihan terhadap kemungkinan hasil yang diperoleh dan pilihannya paling minimum, yaitu memilih biaya paling minimum diantara alternatif lain. Bila dengan pilihan ini masih diharapkan keuntungan yang tinggi walaupun biaya naik, disebut kriteria Minimax.
            Netral; jika individu selalu mempertimbangkan alternatif dengan biaya yang paling minimal, tetapi selalu mengharapkan asil yang wajar.


Sumber : Operations Management (Dr. Manahan P. Tampubolon)
                Manajemen Opersional (Dra. Tita Deitiana.,MM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar