Permasalah
dan Peluang dalam Rantai Pasoka yang Terintegrasi
Tiga pemasalah merumitkan pengembangan
rantai pasokan yang efisien da terintegrasi yaitu optimasi lokal, intensif, dan
lot besar (Hezer and Render, 2005:15)
·
Optimasi Lokal
Anggota
rantai pasokan harus memusatkan perhatian untuk memaksimalkan keuntungan lokal
atau meminimalkan biaya langsung berdasarkan pada pengetahuan mereka yang
terbatas. Sedikit kenaikan atau penuruna permintaan iasanya diatasi secara
berlebihan, karena tidak ada seorang pun yang ingin memiliki persediaan yang
mengalami kekosongan stok atau berlebihan.
·
Insentif (Insentif Penjualan, Potogan
karena Kuantitas, dan Promosi)
Insentif
memasukkan barang dagangan ke rantai pasokan untuk penjualan yang belum
terjadi. Hal ini menimbulkan fluktuasi yang mahal bagi semua anggota rantai.
·
Lot Besar
Sering
terjadi penyimpangan dalam lot besar sebab hal ini cenderung mengurangi biaya
per unit. Manajer logistik inginmengirimkan lot besar, terutama dengan truk
yang penuh dengan muatan, dan manajer produksi menginginkan produksi berjalan
jangka panjang. kedua hal ini menurunkan biaya per unit, namun gagal
menunjukkan penjualan yang nyata.
Terdapat beberapa peluang dalam rantai
pasokan yang terintegrasi. Peluang untuk manajemen yang efektif dalam rantai
pasokan meliputi 10 hal berikut (Heizer and Render, 2005:16-19)
1. Data
“Pull” yang Akurat
Data
pull yaitu data penjualan yang menganjurkan transaksi untuk “menarik” produk
melalui rantai pasokan.
2. Pengurangan
Ukuran Lot
Kurangi
ukuran lot dengan manajemen yang agresif. Hal ini meliputi (1) membuat pengiriman
yang ekonomis, yang kurang dari lot muatan truk; (2) menyediakan potongan harga
berdasarkan pada volume tahunan total, bukannya pada ukuran pengiriman
individu; dan (3) mengurangi ongkos pemesanan melalui teknik tertentu seperti
pesanan tetap dan berbagai bentuk pembelian elektronik.
3. Kontrol
Satu Tahap Pengisian Kembali
Menunjuk
satu anggota dalam rantai pasokan sebagai penanggung jawab untuk mengawasi dan
mengatur persediaan dalam rantai pasokan sebagai penanggung jawab untuk
mengawasi dan mengatur persediaan dalam rantai pasokan berdasarkan “pull’ dari
pelanggan.
4. Persediaan
yang Dikelola Vendor
Penggunaan
pemasok lokal untuk menjaga persediaan bagi produsen untuk menjaga persediaan
bagi produsen atau pedagang eceran.
5. Penangguhan
Menunda
modifikasi atau penyesuaian apa pun pada produk selama mungkin dalam proses
produksi.
6. Perakitan
Saluran
Menangguhkan
perakitan akhir sebuah produk sehingga saluran distribusi dapat merakitnya.
Dengan strategi ini, persediaan barang jadi dikurangi karena dibuat untuk
peramalan yang lebih singkat dan akurat.
7. Drop
Shipping dan Pengemasan Khusus
Pengiriman
langsung dari pemasok ke konsumen, dan bukan dari penjual, yang menghemat waktu
dan biaya pengiriman ulang.
8. Blanked
Order
Sebuah
komitmen kesanggupan pembelian jangka panjang bagi suatu pemasok untuk barang
yang akan dikirim berdasarkan dokumen pelepasan jangka pendek.
9. Standarisasi
Mengurangi
banyaknya variasi dalam komponen dan material untuk membantu mengurangi biaya.
10. Pemesanan
Elektronik dan Pemindahan Dana
Pemesanan
elektronik dan pemindahan dana mengurangi transaksi dengan menggunkan kertas.
Departemen pembelian dapat mengurangi banyaknya pekerjaan ini denganmenggunakan
pemesanan secara elektronik untuk membayar unit yang diterima. Pemesana
elektronik tidak hanya dapat mengurangi pekerjaan administrasi, tetapi juga
mempercepat siklus pembelian tradisonal yang panjang.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar