Rabu, 06 November 2013

PERBEDAAN ANTARA BARANG DAN JASA
1.      Barang
Barang merupakan hasil atau keluaran (output)berwujut fisik (tangible)dari proses transformasi sumberdaya,sehingga bisa dilihat,diraba,disentuh,dirasa,dipegang,disimpan,dipindahkan,dan mendapatperlakuan fisik lainnya.Ditinjau dari aspek daya tahannya ,terdapat dua macam barang yaitu:
a)      Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaiannya.contoh:sabun,minuman dan makanan ringan,kapur tulis,gula dan garam
b)       Barang tahan lama (durable goods)
Barang tahan lama merupakan barang brewujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun atau lebih) contoh:TV,lemari es,mobil,komputer,dll.
2.       Jasa (service)
Jasa merupakan aktivitas,manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.contoh bengkel reparasi,kursus,lembaga pendidikan,jasa telekomunikasi,transportasi dan lain-lain.Sebenarnya perbedaan secara ketat antara barang dan jasa sukar dilakukan,karena pembelian barang tertentu kerapkali disertai dengan jasa-jasa khusus (misalnya instalasi atau garansi untuk reparasi)dan pembelian suatu jasa seringkali pula meliputi barang-barang yang melengkapinya(makanan di restoran).
Jasa memiliki empat karakteristik utama yang membedakan dari barang yaitu:
a)      Intangibility
Jasa berbeda dengan barang.Bila barang dapat dimiliki,maka jasa hanya bisa dikonsumsi tetapi tidak dimiliki.misalnya telepon dalam jasa telekomunikasi,pesawat dalam jasa angkutan udara,makanan dalam jasa restoran.jasa bersifat intangible,maksutnya tidak dapat dilihat,dirasa,dicium,didengar,atau dirabasebelum dibeli dan dikonsumsi.
b)       Inseparavility
Barang biasanya diproduksi,kemudian dijual,lalu dikonsumsi.sedangkan jasa di lain pihak,umumnya dijual terlebih dahulu,baru kemudian diproduksi dan di konsumsi secara bersamaan.interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khusus dalam pemasaran jasa.ada dua tipe operasi jasa yaitu produktion-centered service operations dan customer-centered service operations.
c)       Variability
Jasa bersifat sanget variabel karena merupakan non-standardized output,artinya banyak variasi bentuk,kualitas dan jenis,tergantung pada siapa,kapan,dan di mana jasa tersebut di hasilkan.Tiga tahap dalam pengendalian
-Melakukan investasi dalam seleksi dan pelatihan personil yang baik
-Melakukan standardisasi proses pelaksanaan jasa
-Memantau kepuasan pelanggan melalui sistem saran dan keluhan

d)      perishability
Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat di simpan.hal ini tidak jadi masalah bila permintaan tetap karena mudah untuk menyiapkan pelayan untuk permintaan tersebut sebelumnya.
Proses Jasa
Proses didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang di lakukan secara berulang-ulang dan barsamaan untuk mentransformasikan input yang disediakan pemasokmenjadi output yang diterima oleh pelanggan
Faktornya meliputi:
a. Sumberdaya manusia(manpower)
b. Mesin(machine)
c. Bahan baku(material)
d. Metode(method)
e. Ukuran(measurement)
f. Lingkungan(environment)
Variasi Jasa
Diartikan sebagai perbedaan antara tindakan atau aktivitas tertentu dengan hasil yang di targetkan.ada dua tipe variasi yaitu:common cause dan special cause.variasi
ini diakibatkan oleh interaksi berbagai aspek proses yang mempengaruhi setiap kejadian dan/ atau aspek –aspek yang di kendalikan manajemen dan merupakan bagian dari sistem
Biaya kualitas jasa
Biaya kualitas merupakan biaya yang terjadi atau mungkin akan terjadi atau mungkin akan terjadi karena kualitas yang buruk.Biaya kualitas dapat dikelompokkan menjadi:
a. The price of conformance(voluntari cost)
Biaya pencegahaan
Biaya deteksi/penilaian
b. The price of nonconformance
Biaya kegagalan internal
Biaya kegagalan eksternal
Sumber:
Fandy,tjiptono.(1997)Total Quality service.Yogyakarta:penerbit Andi.
Peranan Manajer Operasi
Manajemen Produksi dan Operasi menawarkan kesempatan profesi sebagai contoh : direktur operasi, direktur pabrik, manajer operasi, manajer pengawasan produk, manajer lapang, asisten manajer, dan lain sebagainya. Beberapa tugas yang harus dilakukan oleh Manajer Operasi adalah :
1.  Menentukan dan mengatur letak lahan pertanian dengan letak pabrik penanganan pasca panen
2.  Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien agar tidak menyita waktu dalam gerakan
3.  Melakukan pemeliharaan peralatan di lahan pertanian dan pabrik agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi
4.  Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah
5.  Menentukan input yang akan dibuat atau dibeli 
6.  Menentukan atau memperbaiki jadwal kegiatan usahatani atau kegiatan proses produksi pasca panen
7.  Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan tenaga kerja baik di lapang maupun di kantor
8.  Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan pemborosan
9.  Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses
Dan lain-lain
Kegiatan yang demikian banyaknya, maka peran dari manajer operasional sangatlah strategis dalam menciptakan sistem produksi yang ampuh untuk membuat produk secara efisien.


Sumber:

Ruang Lingkup Manajemen Produksi dan Operasi


Menurut Zulian Yamit (2003) Karakteristik dari sistem manajemen operasi adalah
a)    Mempunyai tujuan, yaitu menghasilkan barang dan jasa
b)   Mempunyai kegiatan, yaitu proses transformasi
c)    Adanya mekanisme yang mengendalikan pengoperasian

Ada tiga aspek yang saling berkaitan dalam ruang lingkup manajemen operasi, yaitu :
a)    Aspek struktural yaitu aspek yang memperlihatkan konfigurasi komponen yang membangun sistem manajemen operasi dan interaksinya satu sama lain. 
b)   Aspek fungsional yaitu aspek yang berkaitan dengan manajemen dan organisasi komponen struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar diperoleh kinerja optimum.
c)    Aspek lingkungan memberikan dimensi lain pada sistem manajemen operasi yang berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang terjadi di luar sistem.

Ruang lingkup manajemen operasi berkaitan dengan pengoperasian sistem operasi, pemilihan serta penyiapan sistem operasi yang meliputi keputusan tentang :
a)    Perencanaan output
b)   Desain proses transformasi
c)    Perencanaan kapasitas
d)   Perencanaan bangunan pabrik
e)    Perencanaan tata letak fasilitas
f)    Desain aliran kerja
g)    Manajemen persediaan
h)   Manajemen proyek
i)     Skeduling
j)    Pengendalian kualitas
k)    Keandalan kualitas dan pemeliharaan

Sedangkan menurut Krajewsky dan Ritsman (1987) dalam Zulian Yamit, memberikan tiga aspek dalam manajemen operasi, yaitu :
a)    Manajemen operasi dilihat dari segi fungsi
b)   Manajemen operasi dilihat dari segi profesi
c)    Manajemen operasi dilihat dari segi pengambilan keputusan


Sumber:

FUNGSI MEMPELAJARI MANAJEMEN OPERASI
Mempelajari Manajemen Operasi ada 3 alasan yaitu:
1.      Manajemen Operasi adalah satu dari tiga fungsi utama setiap organisasi dan juga sangat berhubungan dengan fungsi fungsi bisnis lainnya.semua organisasi menjual,menghitungdan memproduksi.sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana segmentasi manajemen operasional pada fungsi fungsi organisasi

2.      Manajemen Operasi adalah cara memproduksi barang dan jasa.fungsi produksi adalah bagian dari masyarakat kita yang membuat produk yang kita pakai.


3.      Manajemen Operasi adalah bagian termahal dari suatu organisasi.persentase pendapatan yang besar dari kebanyakan perusahaan di pakai untuk fungsi Manajemen Operasi.dimana manajemen operasi menyediakankesempatan yang besar bagi organisasi untuk meningkatkan keuntungan dan memperbaiki pelayanan mereka kepada masyarakat.

Sumber:

MANAJEMEN PERSEDIAAN
Manajemen persediaan merupakan salah satu topik yang sangat terkait dengan tujuanmanajemen operasi, yaitu meminimalkan total biaya dan meningkatkan service level. Mengapa demikian? karena dengan mengelola persediaan dengan tepat perusahaan akan meraih keduanya sekaligus. Jika rata-rata level persediaan dapat diturunkan maka secara tidak langsung salah satu komponen biaya produksi dapat ditekan, yang berujung pada peningkatan margin keuntungan. Satu aspek lainnya yang dapat dicapai dengan pengelolaan persediaan yang tepat adalah service level kepada pelanggan meningkat, atau minimal tidak turun.
Sebelum lebih jauh, mari kita lihat beberapa defisini terlebih dahulu.

Persediaan

Persediaan atau kita sebut juga inventori (bahasa inggris yang di-Indonesia-kan) adalah semua item atau sumber daya yang kita simpan (stok) untuk digunakan dalam proses bisnis perusahaan/organisasi. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari bahan mentah, barang setengah jadi, barang jadi atau juga komponen pendukung proses produksi. Oleh karena itu, setiap perusahaan pasti memiliki persediaan, hanya saja volumenya saja yang berbeda. Karena setiap item tadi memiliki nilai (biaya yang sudah dikeluarkan untuk mendapatkannya), maka nilai persediaan dapat kita hitung. Idealnya nilai persediaan ini dapat kita kelola dengan tepat agar tidak membebani perusahaan tanpa mengurangi service level kepada pelanggan.
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah item seperti minuman wine, tanah, emas dapat dikategorikan sebagai persediaan? Definisi di atas memungkinkan 2 macam persepsi. Yang pertama mengatakan selama barang-barang tersebut disimpan dan akan dijual kembali (baca: digunakan untuk dijual) maka kita dapat kelompokkan sebagai persediaan. Yang kedua mengatakan istilah “digunakan” adalah untuk proses bisnis perusahaan, bukan untuk dijual apalagi dalam kurun waktu yang lama. Jika pemahamannya demikian, maka wine, tanah dan emas tidak dapat disebut sebagai persediaan. Terlepas dari persepektif mana yang digunakan, karena karakteristiknya khas yaitu bertambah nilainya seiring bertambahnya waktu, maka kelompok item ini tidak kita masukkan ke dalam objek analisis kita dalam manajemen persediaan.

Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan atau ada juga yang menyebutnya sebagai sistem manajemen persediaan adalah sistem manajemen (merancang, mengeksekusi dan mengevaluasi) persediaan dengan instrumen kebijakan terkait dengan:
1.      kapan pemesanan kembali harus dilakukan
2.      berapa besar jumlah item yang harus dipesan
3.      berapa rata-rata level persediaan yang harus dijaga
dengan pengertian semacam ini, paling tidak perusahaan memiliki panduan mengenai apa saja yang harus diputuskan dalam setiap model persediaan yang dipilih.


Sumber:


5 Aktivitas sistem operasi yang merupakan contoh dari manajemen proses

1.  Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem operasi
Tugas sistem operasi adalah memberikan sumberdaya yang dibutuhkan oleh sebuah prosess, yang kemudian sistem operasi teresbut mengambil sumberdaya itu kembali sesudah prosess selesai sehingga bisa dipergunakan untuk proses yang lain.

2.  Melanjutkan atau menunda proses
Suatu sistem operasi mengatur prioritas dari proses yang akan dijalankan, jika terjadi lebih dari dua proses yang meng antri, sistem operasi akan mengutamakan proses yang mempunyai prioritas paliing besar.

3. Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi
Suatu sistem operasi mengatur jalan nya sebuah proses yang akan di eksekusi bersama
sehingga tidak akan terjadi in-konsistensi data dikarenakan pengaksessan data yang serupa/sama, dan untuk melancarkan jalanya sebuah proses

4.  Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi
Suatu sistem operasi akan menyediakan mekanisme agar proses dapat saling berinteraksi dan
ber komunikasi yang satu dengan yang lainnya. dan tidak mengakibatkan proses lain
terganggu

5.  Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock
Pengertian deadlock adalah keadaan dimana sistem sempat berhenti. dikarenakan sumberdaya yang terdapat pada sistem tidak bisa dibagi, dan suatu proses harus menunggu untuk mendapatkan sumber daya tersebut. suatu sistem operasi harus bisa mendeteksi sebuah deadlock, apabila terjadi maka sistem operasi harus dapat menanggulanginya.


Sumber:

Selasa, 22 Oktober 2013

Definisi Manajemen Operasional


Yang dimaksud Operasi adalah suatu aktivitas dalam mentransformasikan input – input menjadi output – output yang dapat menambah nilai pada barang atau jasa.
Menurut Anoraga(2009)Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.

Render dan Heizer (2005 : 2)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan dan keluaran.

Russel and Taylor (2002) dalam Murdifin Haming (2003 : 17)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Fungsi atau sistem yang melakukan kegiatan proses pengolahan masukan keluaran dengan nilai tambah yang besar.

Menurut Eddy Herjanto (2007) Manajemen operasi adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, dan kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.

Suryadi Prawirosentono (2001) mendefinisikan Manajemen produksi (operasi) adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dari urutan berbagai kegiatan untuk membuat barang (produk) yang berasal dari bahan baku dan bahan penolong lain.

Agus Ahyari mengartikan Manajemen operasi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

Aquilano (2001) Mendefinisikan Manajemen Operasional sebagai suatu proses perancangan, pengoperasian dan pengembangan dari sistem yang menghasilkan produk atau jasa utama perusahaan.

Sumber:
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2013/02/manajemen-operasional-definisi-dan.html