Rabu, 06 November 2013

Konsep Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen Rantai Pasokan (SCM) muncul pada 1980-an sebagai sesuatu yang baru, filsafat integratif untuk mengelola total aliran barang dari pemasok ke pengguna akhir dan berkembang mempertimbangkan integrasi proses bisnis yang luas sepanjang rantai suplai. Keith Oliver menciptakan istilah "manajemen rantai pasokan" pada 1982, mengembangkan proses inventarisasi manajemen terpadu untuk neraca perdagangan antara persediaan kliennya 'yang diinginkan dan tujuan layanan pelanggan. Fokus asli adalah “ manajemen dari rantai pasokan seolah-olah itu adalah entitas tunggal, bukan kelompok fungsi yang berbeda," dengan tujuan utama memperbaiki penyebaran suboptimal dari persediaan dan kapasitas yang disebabkan oleh konflik antara kelompok-kelompok fungsional dalam perusahaan (Feller, Shunk and Callarman Tom, 2006:3).

Pengertian Manajemen Rantai Pasokan
Manajemen rantai pasokan (supply-chain management) adalah pengintegrasian aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke pelanggan. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah rantai pemasok yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Kunci bagi manajemen rantai pasokan yang efektif adalah menjadikan para pemasok sebagai “mitra” dalam strategi perusahaan untuk memenui pasar yang selalu berubah (Heizer and Render, 2005:4)
Indrajit dan Djokopranoto dalam Qolbi Isnanto (2009:3) mengungkapkan Supply chain management (SCM) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau barang tersebut, istilah supply chain meliputi juga proses perubahan barang tersebut, misalnya dari barang mentah menjadi barang jadi.


Sumber:


Komponen Sistem Operasi

Sistem operasi dapat dikatakan adalah perangkat lunak yang sangat kompleks. Hal-hal yang ditangani oleh sistem operasi bukan hanya satu atau dua saja, melainkan banyak hal. Dari menangani perangkat keras, perangkat lunak atau program yang berjalan, sampai menangani pengguna. Hal tersebut menyebabkan sebuah sistem operasi memiliki banyak sekali komponen-komponen tersendiri yang memiliki fungsinya masing-masing. Seluruh komponen yang menyusun sistem operasi tersebut saling bekerjasama untuk satu tujuan, yaitu efisiensi kerja seluruh perangkat komputer dan kenyamanan dalam penggunaan sistem operasi.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui komponen-komponen apa saja yang ada di dalam sebuah sistem operasi, agar kita bisa mempelajari sistem operasi secara menyeluruh. Bab ini menceritakan secara umum apa saja komponen-komponen yang ada di sistem operasi. Detail tentang setiap komponen tersebut ada di bab-bab selanjutnya dalam buku ini.
Tanpa satu saja dari komponen-komponen tersebut, bisa dipastikan sebuah sistem operasi tidak akan berjalan dengan maksimal. Bayangkan jika kita memiliki sistem operasi yang tidak memiliki kemampuan untuk menangani program-program yang berjalan sekaligus. Kita tak akan bisa mengetik sambil mendengarkan lagu sambil berselancar di internet seperti yang biasa kita lakukan saat ini.
Contoh sebelumnya hanya sedikit gambaran bagaimana komponen-komponen sistem operasi tersebut saling terkait satu sama lainnya. Mempelajari komponen sistem operasi secara umum dapat mempermudah pemahaman untuk mengetahui hal-hal yang lebih detail lagi tentang sistem operasi.
Dari berbagai macam sistem operasi yang ada, tidak semuanya memiliki komponen-komponen penyusun yang sama. Pada umumnya sebuah sistem operasi modern akan terdiri dari komponen sebagai berikut:
·        Manajemen Proses.
·        Manajemen Memori Utama.
·        Manajemen Sistem Berkas.
·        Manajemen Sistem M/K.
·        Manajemen Penyimpanan Sekunder.
·        Proteksi dan Keamanan.


Sumber:


PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN OPERASI

Perencanaan dalam manajemen operasi terbagi kepada perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, dan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang berhubungan dengan hal-hal strategis sehingga pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab pimpinan puncak.
Perencanaan jangka menengah dimulai setelah perencanaan jangka panjang dibuat, umumnya memiliki horison waktu sekitar enam bulan sampai dua tahun. Perencanaan ini merupakan tugas manager operasi, yang akan membuat keputusan taksis.
Perencanaan jangka pendek mencakup waktu relatif pendek, biasanya tidak lebih dari enam bulan. Perencanaan ini menjadi tanggung jawab personil operasi yang bekerja dengan penyelia atau kepala seksi untuk menjabarkan perencanaan jangka menengah menjadi rencana operasional dalam bentuk bulanan, mingguan, atau harian.
Perencanaan jangka pendek harus dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan salah persepsi atau kebingungan dalam implementasi. Jenis kegiatan yang dapat digolongkan senagai perencanaan jangka pendek ialah penugasan kerja, pembebanan pekerjaan, penjadwalan, pengurutan jenis pekerjaan, dan pengiriman.



Sumber:

PRODUKSI

Produksi
adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
Faktor – Faktor Produksi :
1. Alam
2. Modal
3. Tenaga kerja
4. Teknologi
Proses Produksi
adalah cara atau metode untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber yang ada.
Macam – Macam Wujud Proses Produksi :
·         Proses kimia :adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia.
·         Proses perubahan bentuk :adalah proses produksi dengan merubah bentuk.
·         Proses asembling :adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir.
·         Proses transportasi :adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang.
·         Proses penciptaan jasa-jasa administrasi :adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang diperlukan.
Jenis – Jenis Proses Produksi :
·         Proses produksi terus-menerus :
adalah proses produksi yang terdapar pola atau urutan yang pasti sejak dari  bahan baku sampai menjadi barang jadi.
·         Proses produksi terputus-putus :
adalah proses produksi yang tidak terdapat urutan atau pola yang pasti sejak dari bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Definisi Manajemen Produksi
Oleh Agus Ahyari :
Merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.
Oleh Sukanto :
Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada.
Tujuan Manajemen Produksi
Adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.



Sumber:

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

·         Perencanaan sistem produksi
a)   Perencanaan produksi
b)   Perencanaan lokasi produksi
c)   Perencanaan letak fasilitas produksi
d)   Perencanaan lingkungan kerja
e)  Perencanaan standar produksi
·         Sistem pengendalian produksi
a)   Pengendalian proses produksi
b)   Pengendalian bahan baku
c)   Pengendalian tenaga kerja
d)   Pengendalian biaya produksi
e)  Pengendalian kualitas pemeliharaan
·         Sistem informasi produksi
a)   Struktur organisasi
b)   Produksi atas dasar pesanan
c)   Produksi untuk persediaan


Sumber:


PERBEDAAN ANTARA BARANG DAN JASA
1.      Barang
Barang merupakan hasil atau keluaran (output)berwujut fisik (tangible)dari proses transformasi sumberdaya,sehingga bisa dilihat,diraba,disentuh,dirasa,dipegang,disimpan,dipindahkan,dan mendapatperlakuan fisik lainnya.Ditinjau dari aspek daya tahannya ,terdapat dua macam barang yaitu:
a)      Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaiannya.contoh:sabun,minuman dan makanan ringan,kapur tulis,gula dan garam
b)       Barang tahan lama (durable goods)
Barang tahan lama merupakan barang brewujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun atau lebih) contoh:TV,lemari es,mobil,komputer,dll.
2.       Jasa (service)
Jasa merupakan aktivitas,manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.contoh bengkel reparasi,kursus,lembaga pendidikan,jasa telekomunikasi,transportasi dan lain-lain.Sebenarnya perbedaan secara ketat antara barang dan jasa sukar dilakukan,karena pembelian barang tertentu kerapkali disertai dengan jasa-jasa khusus (misalnya instalasi atau garansi untuk reparasi)dan pembelian suatu jasa seringkali pula meliputi barang-barang yang melengkapinya(makanan di restoran).
Jasa memiliki empat karakteristik utama yang membedakan dari barang yaitu:
a)      Intangibility
Jasa berbeda dengan barang.Bila barang dapat dimiliki,maka jasa hanya bisa dikonsumsi tetapi tidak dimiliki.misalnya telepon dalam jasa telekomunikasi,pesawat dalam jasa angkutan udara,makanan dalam jasa restoran.jasa bersifat intangible,maksutnya tidak dapat dilihat,dirasa,dicium,didengar,atau dirabasebelum dibeli dan dikonsumsi.
b)       Inseparavility
Barang biasanya diproduksi,kemudian dijual,lalu dikonsumsi.sedangkan jasa di lain pihak,umumnya dijual terlebih dahulu,baru kemudian diproduksi dan di konsumsi secara bersamaan.interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khusus dalam pemasaran jasa.ada dua tipe operasi jasa yaitu produktion-centered service operations dan customer-centered service operations.
c)       Variability
Jasa bersifat sanget variabel karena merupakan non-standardized output,artinya banyak variasi bentuk,kualitas dan jenis,tergantung pada siapa,kapan,dan di mana jasa tersebut di hasilkan.Tiga tahap dalam pengendalian
-Melakukan investasi dalam seleksi dan pelatihan personil yang baik
-Melakukan standardisasi proses pelaksanaan jasa
-Memantau kepuasan pelanggan melalui sistem saran dan keluhan

d)      perishability
Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat di simpan.hal ini tidak jadi masalah bila permintaan tetap karena mudah untuk menyiapkan pelayan untuk permintaan tersebut sebelumnya.
Proses Jasa
Proses didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang di lakukan secara berulang-ulang dan barsamaan untuk mentransformasikan input yang disediakan pemasokmenjadi output yang diterima oleh pelanggan
Faktornya meliputi:
a. Sumberdaya manusia(manpower)
b. Mesin(machine)
c. Bahan baku(material)
d. Metode(method)
e. Ukuran(measurement)
f. Lingkungan(environment)
Variasi Jasa
Diartikan sebagai perbedaan antara tindakan atau aktivitas tertentu dengan hasil yang di targetkan.ada dua tipe variasi yaitu:common cause dan special cause.variasi
ini diakibatkan oleh interaksi berbagai aspek proses yang mempengaruhi setiap kejadian dan/ atau aspek –aspek yang di kendalikan manajemen dan merupakan bagian dari sistem
Biaya kualitas jasa
Biaya kualitas merupakan biaya yang terjadi atau mungkin akan terjadi atau mungkin akan terjadi karena kualitas yang buruk.Biaya kualitas dapat dikelompokkan menjadi:
a. The price of conformance(voluntari cost)
Biaya pencegahaan
Biaya deteksi/penilaian
b. The price of nonconformance
Biaya kegagalan internal
Biaya kegagalan eksternal
Sumber:
Fandy,tjiptono.(1997)Total Quality service.Yogyakarta:penerbit Andi.
Peranan Manajer Operasi
Manajemen Produksi dan Operasi menawarkan kesempatan profesi sebagai contoh : direktur operasi, direktur pabrik, manajer operasi, manajer pengawasan produk, manajer lapang, asisten manajer, dan lain sebagainya. Beberapa tugas yang harus dilakukan oleh Manajer Operasi adalah :
1.  Menentukan dan mengatur letak lahan pertanian dengan letak pabrik penanganan pasca panen
2.  Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien agar tidak menyita waktu dalam gerakan
3.  Melakukan pemeliharaan peralatan di lahan pertanian dan pabrik agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi
4.  Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah
5.  Menentukan input yang akan dibuat atau dibeli 
6.  Menentukan atau memperbaiki jadwal kegiatan usahatani atau kegiatan proses produksi pasca panen
7.  Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan tenaga kerja baik di lapang maupun di kantor
8.  Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan pemborosan
9.  Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses
Dan lain-lain
Kegiatan yang demikian banyaknya, maka peran dari manajer operasional sangatlah strategis dalam menciptakan sistem produksi yang ampuh untuk membuat produk secara efisien.


Sumber: